Kamis, 14 Mei 2015

Berkat League of Legends, Kelima Gamer Ini Nikmati Hidup Mewah Di Masa Mudanya

Salah satu game online berjudul League of Legends, telah berhasil membawa kelima gamers ini untuk menikmati hidup mewah di masa mudanya. Kelima anak muda yang tergabung dalam Team Liquid ini memiliki penghasilan yang sangat fantastis berkat game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) tersebut .
Berkat League of Legends, Kelima Gamer Ini Nikmati Hidup Mewah Di Masa Mudanya
Kelima orang yang terdiri dari Chae “Piglet” Gwang-jin, Alex “Xspecial” Chu, Christian “IWDominate” Rivera, Kim “FeniX” Jae-hoon, Diego “Quas” Ruiz berhasil mendapatkan penghasilan sekitar $60.000 per orangnya. Bukan hanya itu, mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari sponsor dan juga streaming yang pastinya dapat menghasilkan pendapatan yang cukup besar. 
Seperti yang dilansir dari kapanlagi (18/4/2015), para gamers tersebut juga di beri fasilitas peripheral gaming milik Razer yang merupakan sponsor dari Tim Liquid. Dengan penghasilan yang mereka dapatkan, kelima gamers League of Legends ini juga memiliki tempat tinggal yang terbilang mewah. Mereka menempati sebuah apartemen di Los Angeles, Amerika Serikat lengkap dengan berbagai fasilitas serta akomodasinya.
Seperti yang kita ketahui, salah satu anggota dari Team Liquid bernama Piglet dianggap sebagai salah satu pemain League of Legends terbaik di Dunia. Untuk meraih segala fasilitas dan juga pendapatan kelima gamers profesional tersebut memanglah tidak mudah. Selain adanya tekanan yang tinggi, para gamer profesional tersebut juga harus memiliki kondisi tubuh yang sangat fit.

Sumber: Indogamers

Far Cry 4 Galang Donasi Untuk Para Korban Gempa di Nepal

Pada beberapa hari yang lalu, gempa berkekuatan 7,8 skala richter berhasil menghancurkan beberapa kota besar di Nepal. Dalam sebuah laporan, tercatat sebanyak 7.000 orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat gempa tersebut.
Far Cry 4 Galang Donasi Untuk Para Korban Gempa di Nepal
Saat ini berbagai jenis bantuan telah datang demi meringankan beban pasca musibah gempa bumi tersebut. Ubisoft selaku pengembang game Far Cry 4 dikabarkan juga sedang menggalang dana bantuan dari para gamers untuk korban gempa di Nepal.
Seperti yang dilansir dari Polygon (4/5/2015), untuk melakukan penggalangan tersebut Ubisoft bekerja sama langsung dengan Canadian Red Cross dan menargetkan pengumpulan dana sebesar $. 100.000 atau jika dirupiahkan menjadi sekitar Rp. 1,3 Miliar.
Ubisoft sendiri memiliki keterkaitan yang sangat dekat dengan negara Nepal. Pasalnya game Farcry 4 buatan mereka ini sangat terinspirasi dengan negara tersebut. Bahkan demi menciptakan nuansa pada game Far Cry 4, Ubisoft pun kabarnya melakukan penelitian dan riset terhadap penduduk dan juga negaranya.
Sampai saat ini, gerakan pengumpulan dana yang dilakukan oleh Ubisoft telah mencapai sekitar $. 56.682 atau sekitar Rp. 700 juta. Jumlah donasi yang diraih saat ini memang masih belum mencapai target yang ditentukan. Oleh karena itu bagi anda yang ingin ikut memberikan donasi demi tercapainya target yang ditentukan, bisa langsung memberikannya melalui link berikut ini.

Sumber: Indogamers

Nilai Tukar Mata Uang Steam Community Market Kacau Karena Bug!

Belum lama ini para gamers dibuat bingung dengan adanya perubahan nilai tukar mata uang yang ada pada situs Steam Community Market. Perubahan aneh ini diduga kuat disebabkan karena adanya kesalahan sistem nilai tukar kurs Dolar AS terhadap Rupiah. 
Nilai Tukar Mata Uang Steam Community Market Kacau Karena Bug!
Pada saat kejadian tersebut nilai mata uang Rupiah berubah menjadi sebanding dengan nilai mata uang Dolar Amerika. Seperti salah satu contohnya adalah harga jual Treasure of Ember Essence. Pada saat adanya bug tersebut harga salah satu item Dota 2 ini berubah sangat murah menjadi Rp. 0.93.
Dengan adanya perubahan harga yang sangat drastis ini tentunya membuat para pengguna Steam di Indonesia sumringah. Bagaimana tidak, dengan adanya bug tersebut para gamer dapat membeli item-item dengan harga yang sangat murah bahkan hampir mendekati gratis.
Mengetahui adanya kekacauan ini, pihak Valve pun langsung menutup transaksi jual-beli dan langsung berusaha untuk memperbaiki bug tersebut. Demi mengembalikan sistem transaksi seperti semula, Valve juga mengembalikan seluruh Steam Wallet dan juga Steam Inventory ke keadaan sebelum terjadinya kekacauan akibat bug tersebut.

The Walking Dead Season 3 Tidak Jadi Rilis Tahun Ini


The Walking Dead Season 3 Tidak Jadi Rilis Tahun Ini
Pengembang The Walking Dead Season 3 telah mengkonfirmasi bahwa game The Walking Dead Season 3 tidak akan rilis pada tahun ini.
Setelah dikonfirmasi dengan Direktur Telltale Games "Job Stauffer", diapun menyatakan kalo game The Walking Dead Season 3 benar akan ditundanya rilis game tersebut. Job Stauffer tidak mengatakan alasan pastinya penundaan game ini, dia hanya bilang kalo ada hal lain yang sedang direncanakan untuk tahun ini.
Padahal beberapa bulan yang silam TellTale mengkonfirmasikan bahwa akan ada banyak hal baru di seri ke tiga ini.
TellTale saat ini sedang mengerjakan Game of Thrones dan Tales from the Borderlands series.